Dunia Suzan didirikan oleh Kak Ria Enes (Pemerhati & Pecinta dunia anak-anak). Dunia Suzan melekat sekali dengan dunianya anak-anak. Dunia Suzan mempunyai Play Grup, TK dan Sanggar Dunia Suzan. Sesuai dengan semboyannya “membuat dunia semakin ceria” maka pembelajarannya didasari kegembiraan, karena sesuatu yang dilakukan atas dasar gembira maka hasilnya akan maksimal.
Materi-materi yang diajarkan seperti mewarna dan melukis, dengan mewarna & melukis anak-anak mulai mengenal “Estetika”. Pembelajaran Bermain peran, mengenal perilaku teman dan mengenal budaya bangsa. Kesekolah bukan hanya supaya pintar, tetapi juga diajari supaya hidup sehat dengan cara periksa dokter secara rutin. Teknologi informasi yang semakin maju, anak-anak perlu pengenalan Teknologi dan Informasi sejak usia dini agar tidak gagap teknologi.
Menumbuhkan kecerdasan spiritual sesuai dengan agama masing-masing. Aplikasi pendidikan agama tidak hanya teori, tetapi integratife dalam kegiatan disekolah maupun luar sekolah. Kreatifitas lahir dari lingkungan yang kreatif, untuk itu perlu diciptakan sebuah wahana untuk proses kreatif anak-anak. Kegiatan festival busana unik dan festival film indie salah satu contoh wahana untuk berpikir kreatif.
Learning by playing, Konsep belajar tidak hanya di dalam kelas, bermain diluar kelaspun menjadi cara belajar yang efektif. Evaluasi tahunan dikemas dalam bentuk VCD sebagai laporan kepada setiap siswa. Evaluasi tersebut sebagai Pengakuan Prestasi. Rasa percaya diri akan tumbuh seiring dengan penghargaan (reward) atas usaha yang telah dilakukan anak-anak. Penghargaan (reward) yang lain yang dapat anak-anak terima adalah kegiatan ADS (Anugerah Dunia Suzan) Penganugerahan insan perfilman yang diproduksi oleh anak-anak Sanggar Dunia Suzan.